
Tiga tahun lalu, aku melangkah gontai meninggalkan kampus ini dengan berbagai kecamuk pikiran. Badai krisis keuangan memaksaku untuk melepas statusku sebagai mahasiswa, meninggalkan bangku kuliah dan mulai membiasakan diri bekerja demi untuk bertahan hidup di surabaya. Maklum, saya termasuk mahasiswa bodoh dalam perkuliahan, sampai-sampai tak satupun beasiswa yang bisa kudapatkan.
Jujur, aku tidak pernah membayangkan namaku di tulis di spanduk yang berlogo ITS, sebuah kebanggan. Priceless.. meskipun tidak sebagai mahasiswa berprestasi atau pengangkatan guru besar (seperti kebanyakan spanduk), namun setidaknya aku ada “sedikit arti” di kampus perjuangan ini.
Mungkin banyak yang bilang naif dan kampungan, tapi terserah…. yang jelas aku senang dan bangga. Terima Kasih buat buat Buchin, Ichwan dan semua panitia…. see u next time.
Beritanya disini









